|
Catatan ini merupakan ringkasan dari notulen dialog Lunch Gathering yang ditulis Gatot Haryo Pramono dan Adi Junjunan Mustafa (terlampir). Detail
Pasar yang Belum Tergarap Serius Dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada dialog terungkap harapan-harapan dari pengguna potensial terhadap BAKOSURTANAL agar menyediakan data dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi pertukaran data dan informasi geospasial. Tabel berikut memuat hasil kompilasi informasi geospasial yang diperlukan berikut pengguna potensialnya. Tabel 1. Kompilasi kebutuhan informasi geospasial | No | Informasi Geospasial | Keterangan | Pengguna Potensial | | 1. | Batas wilayah administrasi | Yang ter-update untuk pekerjaan pemetaan infrastruktur di Sumatera (2008) dan di kawasan Timur Indonesia (2009) | Dep. Pekerjaan Umum | | 2. | Batas wilayah administrasi desa | Yang terupdate untuk pekerjaan sensus. Saat ini yang digunakan adalah data skesta. | BPS | | 3. | Data untuk penanganan bencana banjir | Sejauhmana pemanfaatannya? Juga meminta untuk lebih jelas mengindentifikasi kawasan mana saja yang memanfaatkan data ini. | DPPT – DKI | | 4. | Akses lebih luas membuka akses terhadap data | Terutama terkait dengan pendekatan security dalam pengumpulan data di lapangan. | APSPI | | 5. | GIS terpadu | Untuk kebutuhan pekerjaan eksplorasi pertambangan. Jangan sampai ada ketidakjelasan lokasi di lapangan, contohnya antara kawasan pertambangan dan kawasan hutan lindung | BP-Migas | | 6. | Data geografi untuk menghitung potensi geografis | Untuk keperluan operasi militer dibutuhkan data yang lengkap yang boleh dikatakan mencakup seluruh aspek kehidupan. Kesulitan memperoleh data yang terpadu, membuat militer mengambil langkah “memetakan” ulang sendiri daerah operasi (contohnya kawasan perbatasan negara). Digugah agar segenap instansi pemerintah bersama-sama menyiapkan data ini. | Dittopad | | 7. | Peta kawasan bebas ranjau | Untuk kepentingan aktifitas off-shore | Ditjen Migas | | 8. | Peta untuk kelancaran pelayaran tanker minyak | Untuk aktifitas downstream, misalnya terkait dengan kepastian pasokan minyak ke masyarakat. Perlu semacam “website” pelayaran yang terus ter-update. | Ditjen Migas | Gagasan Masa Depan Dialog juga memunculkan gagasan-gagasan masa depan untuk memacu penataan informasi geospasial yang lebih canggih dan juga mengantisipasi perkembangan pesat pada industri (tele)komunikasi dan informasi. Tabel berikut menyajikan kompilasi gagasan-gagasan baru ini. Tabel 2. Kompilasi gagasan masa depan tentang informasi geospasial | No | Gagasan | Keterangan | | 1. | Boogle | Istilah yang digunakan Kepala BAKOSURTANAL saat menanggapi permintaan “google” versi BAKOSURTANAL yang dirindukan seorang peserta dialog (PU) | | 2. | Beberapa aplikasi Informasi Geospasial | - Untuk pengentasan kemiskinan - Untuk pencarian dan penyiapan air bersih - Untuk penanganan (pengalokasian) penyakit flu unggas - Untuk informasi perkotaan Masih banyak lagi peluang-peluang bisnis yang mesti ditangkap pihak swasta. Dengan makin banyaknya aplikasi informasi geospasial, masyarakat pun akan semakin dekat dengan informasi geospasial dan merasakan manfaatnya. Artinya akan semakin terbuka lahan bisnis dan industri. | | 3. | Undangan kepada swasta untuk berinvestasi | Yaitu investasi pada jenis-jenis pekerjaan yang baru, yang berbeda dengan yang ada selama ini. Saat ini aktifitas surta tidak hanya bertumpu pada supply driven, akan tetapi lebih pada demand driven. BAKOSURTANAL juga akan membuat langkah-langkah baru untuk membuka akses data lebih luas lagi. IDSN akan dilanjutkan dengan kesepakatan-kesepakatan lebih detil dengan menyertakan “time-frame” yang pasti demi menjamin bekerjanya roda industri informasi geospasial. | Saran dan Penutup Dari dialog yang singkat ini terbaca beberapa permintaan komunitas survei dan pemetaan terhadap BAKOSURTANAL agar lebih giat lagi membuka informasi geospasial yang dimilikinya kepada publik. Tentu saja BAKOSURTANAL tidak dapat memenuhi semua kebutuhan publik akan informasi geospasial ini. Akan tetapi peran dan kewenangan BAKOSURTANAL cukup besar untuk mendorong berbagai lembaga pemerintah untuk lebih aktif dalam proses pertukarand data spasial. BAKOSURTANAL juga memiliki posisi strategis untuk mendorong industri survey dan pemetaan memasuki wilayah-wilayah kerja baru dalam industri geoinformasi. Sebagai langkah konkrit, BAKOSURTANAL dapat menindaklanjuti permintaan-permintaan yang terangkum pada Tabel 1 dengan mempertemukan pengguna potensial dengan industri survei dan pemetaan. BAKOSURTANAL dalam membantu dalam memberikan bantuan teknologi dalam kegiatan di atas. Undangan kepada swasta untuk berinvenstasi dalam membangun industri informasi geoinformasi harus secepatnya ditindaklanjuti dengan menyusun strategi pemasaran produk-produk BAKOSURTANAL yang baru. Strategi ini mesti mengantisipasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Cibinong, 27 Maret 2008, Adi Junjunan Mustafa E-mail:
This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it
|